Empat Mahasiswa Politeknik Sahid Raih Tiket Kompetisi di Chef Expo 2026 Lewat ICA Goes to School

TANGERANG SELATAN, 15 April 2026 Politeknik Sahid sukses menjadi tuan rumah terakhir program ICA Goes to School 2026, sebuah program kolaborasi antara Politeknik Sahid dan Indonesian Chef Association (ICA) dalam rangka memperingati 19 tahun ICA Anniversary & Indonesia Chef Day 2026. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026, di kampus Politeknik Sahid.

Program ICA Goes to School dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa melalui sesi workshop demo cooking bersama chef profesional, sekaligus menjadi ajang seleksi kandidat peserta Chef Expo 2026 dari masing-masing kampus.

Workshop Bersama Chef Profesional

Kegiatan dibuka dengan penampilan juggling dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sahid Bartending Club (SBC), yang disambut antusias oleh para peserta workshop. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi ini.

“Melalui rangkaian program yang telah disusun, yaitu Coaching Intensif, Hands-On Training, serta pembekalan Skill & Teknik Presentasi, kami meyakini bahwa para peserta akan mendapatkan pengalaman belajar yang komprehensif. Tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kreativitas, serta standar profesionalisme yang dibutuhkan di industri kuliner global,” ujar Baskoro.

Perwakilan ICA, Hady Chandra Kurniawan, S.ST., M.M., turut menyampaikan sambutannya. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk menyerap ilmu dan strategi kompetisi langsung dari chef profesional. 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi coaching menu Indonesia Modern, khususnya main course berbahan red meat dan seafood yang dipandu oleh Chef Firman, ICA Coaching Chef, dengan asistensi dari tim Leadership & Entrepreneurship Development (LED) Politeknik Sahid. 

Aliza Muktie, mahasiswa Diploma 3 Seni Kuliner, mengaku terkesan dengan sesi coaching yang dibawakan Chef Firman.

“Chef Firman menekankan bahwa teknik memasak sangat penting dalam sebuah sajian, semakin beragam teknik yang digunakan, semakin menarik hasil akhirnya. Dari situ saya jadi terinspirasi untuk mencoba membuat hidangan dengan kombinasi teknik yang lebih bervariasi,” ujarnya.

Seleksi Menuju Chef Expo 2026

Usai sesi coaching, dilanjutkan dengan Culinary Qualification Competition di Lab Kitchen Politeknik Sahid. Peserta yang telah diseleksi sebelumnya sebanyak 12 mahasiswa diminta untuk mereplikasi hidangan yang telah didemonstrasikan, dan dinilai langsung oleh tim juri, yaitu Chef Firman, Chef Hady, dan Chef Meri, mulai dari proses memasak hingga plating.

Dari 12 mahasiswa yang bersaing, empat mahasiswa berhasil meraih tiket menuju Chef Expo 2026 yang akan digelar pada 6–9 Mei 2026 di NICE PIK 2:

  1. Ananda Putri Nasya – Kategori Red Meat
  2. Muhammad Fahmi Ansyah – Kategori Red Meat
  3. Vellita Aurellia Deristianti – Kategori Seafood
  4. Afrizal Faadhil Abdurachman – Kategori Seafood

Salah satu mahasiswa yang berhasil lolos, Muhammad Fahmi Ansyah, mengaku tidak menyangka bisa menembus seleksi.

“Banyak peserta lain yang skillnya tidak kalah bagus, jadi saya cukup terkejut bisa lolos. Target saya di Chef Expo 2026 adalah meraih poin setinggi mungkin untuk membawa pulang medali dan piala,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Ruas yang wajib ditandai *

Let us know you are human:


Lokasi

Kampus Utama: Jalan Kemiri Raya No.22, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan 15418, Banten – Indonesia