Jakarta, 12 Juli 2026 – Kreativitas mahasiswa Politeknik Sahid kembali mendapat pengakuan di ajang kompetisi kuliner profesional. Kali ini, mahasiswa Politeknik Sahid berhasil meraih prestasi dalam Nusantara Culinary Challenge, kompetisi yang mengangkat kekayaan warisan kuliner Indonesia dengan menggabungkan cita rasa autentik Nusantara dan teknik pengolahan berstandar modern. Pada kategori Modern Indonesia Buffet Challenge, tim mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan berhasil meraih Juara 2. Tim tersebut terdiri dari mahasiswa bernama Muhammad Raffi Wibowo, Muhammad Fahmi Ansyah, Vellita Aurellita, Muhammad Arya Dimas S. dan Tyrta Aura. Pencapaian ini menjadi bukti kemampuan tim dalam mengolah hidangan Indonesia dengan sentuhan modern. Prestasi lainnya diraih oleh M. Zarkasyi Nur Abiati, mahasiswa Diploma 3 Seni Kuliner, yang berhasil mendapatkan penghargaan Favorite Winner pada kategori Fruit and Vegetables Carving. Melalui keterampilan mengolah buah dan sayuran menjadi karya dekoratif, Zarkasyi menunjukkan ketelitian, kreativitas, serta kemampuan artistik yang menjadi bagian penting dalam bidang kuliner dan hospitality. Nusantara Culinary Challenge tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh penghargaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan koki, profesional, maupun komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kuliner. Kompetisi ini turut membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh potensi kuliner Indonesia dan mengembangkan cara baru dalam memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas. Prestasi di Nusantara Culinary Challenge semakin memperkuat komitmen Politeknik Sahid dalam memberikan pengalaman pembelajaran vokasi yang dekat dengan dunia industri. Kompetisi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi secara langsung sekaligus menguji hasil pembelajaran melalui tantangan nyata. Melalui capaian, mahasiswa Politeknik Sahid kembali menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia dapat terus dikembangkan melalui kreativitas, keterampilan, dan pendekatan profesional. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya, mengeksplorasi potensi kuliner Nusantara, dan membawa keunggulan tersebut ke tingkat yang lebih luas.
Kreativitas Rasa dan Sajian Berbuah Prestasi, Mahasiswa Politeknik Sahid Dominasi Podium Culinary Creative Fest 2026
Jakarta, 25 Juni 2026 – Mahasiswa Politeknik Sahid kembali menorehkan prestasi di bidang kuliner melalui ajang Culinary Creative Fest 2026 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Tata Boga (Culinary Arts) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mengusung berbagai kompetisi dan kegiatan seputar dunia kuliner, acara ini berlangsung selama satu hari pada 25 Juni 2026 di Plaza Kampus A, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta. Culinary Creative Fest 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan, serta kemampuan dalam mengolah dan menyajikan makanan. Selain kompetisi kuliner, kegiatan ini juga menghadirkan pameran, seminar, serta penampilan dari guest chef yang memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para peserta maupun pengunjung. Dalam ajang tersebut, mahasiswa Politeknik Sahid berhasil membawa pulang sejumlah prestasi dari beberapa kategori kompetisi. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas kuliner sekaligus menerapkan keterampilan yang diperoleh selama menjalani proses pembelajaran berbasis praktik di kampus. Pada kategori Plating Dessert Jajanan Pasar, Rafa Febryan Sutisna, mahasiswa Diploma 3 Seni Kuliner, berhasil meraih Juara 1. Kreativitas dalam mengolah konsep jajanan pasar menjadi sajian dessert dengan tampilan yang menarik menjadi salah satu kekuatan dalam kategori tersebut. Konsep tersebut menunjukkan bagaimana kekayaan kuliner tradisional dapat dikembangkan menjadi sajian yang lebih inovatif, kreatif, dan sesuai dengan selera masa kini. Prestasi lainnya diraih oleh Alisa Maura Zahra dan Intan Ivana Aulia, mahasiswa Diploma 3 Seni Kuliner, yang berhasil meraih Juara 2 pada kategori Indonesia Main Course: Poultry. Keduanya menunjukkan kemampuan dalam mengolah bahan utama unggas menjadi hidangan bercita rasa Indonesia dengan memperhatikan teknik pengolahan, komposisi, serta penyajian. Kreativitas dalam mengembangkan cita rasa menjadi nilai tambah yang memperkuat kualitas sajian yang dihasilkan. Sementara itu, pada kategori yang sama, Muhammad Arya Dimas S dan Muhammad Fahmi Ansyah dari Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan berhasil meraih Juara 1 dengan kategori Indonesia Main Course: Poultry. Prestasi tersebut semakin memperlihatkan kemampuan mahasiswa Politeknik Sahid dalam mengolah hidangan berbahan dasar poultry dengan pendekatan kreatif dan tetap mempertahankan karakter kuliner Indonesia. Selain kompetisi memasak dan penyajian, mahasiswa Politeknik Sahid juga berpartisipasi dalam kategori Cooking Reels Challenge: One Ingredient, Many Creations dengan menggunakan bahan utama singkong. Dalam kategori ini, Muhammad Fahmi Ansyah, mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, turut menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan satu bahan menjadi berbagai kreasi kuliner melalui format konten digital. Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi mahasiswa Politeknik Sahid tidak hanya berkembang melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan laboratorium, tetapi juga melalui pengalaman mengikuti kompetisi serta berhadapan langsung dengan tantangan di luar lingkungan kampus. Melalui pencapaian di Culinary Creative Fest 2026, Politeknik Sahid terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan vokasi yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kreatif, adaptif, dan mampu menunjukkan kompetensinya di berbagai ajang kompetisi. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi di bidang kuliner maupun industri pariwisata dan hospitality.
Dukung Lulusan Berkompetensi, Politeknik Sahid Terima Bantuan Dana Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026
Tangerang Selatan, 23 Juli 2026. Politeknik Sahid mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui penetapan sebagai Penerima Bantuan Dana Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 2323/DST/B2/DT.02.00/2026 sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan tinggi vokasi yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja. Program bantuan ini merupakan salah satu upaya strategis untuk memperluas akses mahasiswa vokasi dalam memperoleh sertifikasi kompetensi maupun sertifikasi profesi yang diakui oleh dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memiliki bukti kompetensi yang dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing mereka, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada praktik dan kebutuhan industri, Politeknik Sahid menyambut baik kepercayaan ini. Bantuan yang diterima menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memastikan lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi yang telah terverifikasi melalui proses sertifikasi. Komitmen tersebut didukung dengan keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Politeknik Sahid yang telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melalui LSP P1, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti uji kompetensi sesuai skema sertifikasi yang telah disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar industri, maupun standar khusus yang berlaku. Dengan demikian, sertifikat kompetensi yang diperoleh memiliki pengakuan resmi dan menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja. Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026 menjadi langkah strategis dalam mendorong terciptanya lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri. Selain memberikan pengakuan resmi terhadap kompetensi mahasiswa, program ini juga memperkuat keterkaitan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia kerja, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif. Melalui dukungan Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026 serta keberadaan LSP P1 yang berlisensi BNSP, Politeknik Sahid optimistis dapat terus meningkatkan kualitas lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia vokasi yang memiliki kompetensi terukur, diakui oleh industri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, serta industri jasa di Indonesia.
Raih Bantuan Program Kredensial Mikro Tahun 2026, Politeknik Sahid Siap Cetak SDM Vokasi Berdaya Saing
Tangerang Selatan, 23 Juli 2026. Politeknik Sahid kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia melalui penetapan sebagai Lembaga Penyelenggara Program Kredensial Mikro Tahun 2026 untuk Lembaga Kursus Berbasis Dunia Kerja Jenis Keterampilan Peramuan Kopi. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Direktur Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 111 Tahun 2026. Sebagai perguruan tinggi vokasi yang menempatkan praktik sebagai inti proses pembelajaran, Politeknik Sahid siap menyelenggarakan program ini dengan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata di industri. Penyelenggaraan pelatihan akan didukung oleh Teaching Factory (TEFA) Renjana Coffee & Eatery, unit bisnis sekaligus laboratorium praktik yang menjadi sarana pembelajaran mahasiswa dan pengembangan kompetensi di bidang food and beverage. Melalui fasilitas tersebut, peserta akan memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan kerja yang menyerupai operasional industri, mulai dari penggunaan peralatan standar profesional hingga penerapan pelayanan sesuai standar hospitality. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat keterampilan teknis sekaligus membangun budaya kerja yang profesional. Politeknik Sahid berkomitmen menyelenggarakan Program Kredensial Mikro secara terstruktur, terarah, akuntabel, dan berbasis kebutuhan dunia kerja. Kurikulum pelatihan disusun dengan mengedepankan praktik langsung, pembelajaran berbasis kompetensi, serta evaluasi yang mengacu pada standar industri sehingga setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan. Sejalan dengan tujuan Program Kredensial Mikro, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi teknis dan profesional peserta sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan vokasi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), sekaligus mempererat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dengan ditetapkannya Politeknik Sahid sebagai penyelenggara Program Kredensial Mikro Tahun 2026, diharapkan semakin banyak sumber daya manusia pendidikan vokasi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, khususnya pada bidang peramuan kopi. Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi Politeknik Sahid dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi Indonesia yang adaptif, inovatif, serta mampu menghasilkan lulusan dan tenaga pendidik yang siap menghadapi perkembangan dunia kerja.
Politeknik Sahid Ditetapkan Sebagai Penerima Bantuan PP-PTS Reguler Tahun 2026 oleh Kemendiktisaintek
Tangerang Selatan, 23 Juli 2026. Politeknik Sahid kembali meraih prestasi dengan ditetapkan sebagai Penerima Bantuan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 543/DST/B.B3/DT.03.00/2026, dengan Program Studi Sarjana Terapan (D4) Pengelolaan Perhotelan sebagai penerima bantuan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Sahid dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berkualitas melalui inovasi, penguatan sarana pembelajaran, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Program bantuan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kemendiktisaintek yang mengusung tagline “Pendidikan Tinggi Berdampak (Impactful Higher Education)”, yaitu mendorong perguruan tinggi agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional melalui pendidikan yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta dunia industri. Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) merupakan program bantuan pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan Kemendiktisaintek. Melalui program ini, pemerintah memberikan dukungan berupa bantuan peralatan yang menunjang proses pembelajaran sehingga kualitas pendidikan di perguruan tinggi dapat terus meningkat. Bagi Politeknik Sahid, bantuan ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran pada Program Studi D4 Pengelolaan Perhotelan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih modern, sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan dan pariwisata yang terus berkembang. Melalui dukungan Program PP-PTS Reguler Tahun 2026, Politeknik Sahid optimistis dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi, menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional.Penetapan ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Politeknik Sahid untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi vokasi yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat, dunia industri, serta pembangunan Indonesia secara berkelanjutan.
Politeknik Sahid dan Politeknik Takumi Edukasi Mahasiswa tentang Pemanfaatan AI dalam Dunia Akademik
Tangerang Selatan, 24 Juni 2026 – Politeknik Sahid bekerja sama dengan Politeknik Takumi menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Understanding Artificial Intelligence (AI) in Academia: From Awareness to Responsible Integration” di Grand Premiere Hall Politeknik Sahid, Jumat (24/06). Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika dalam dunia akademik. Melalui seminar ini, mahasiswa diajak memahami bahwa perkembangan AI telah mengubah berbagai aspek dalam dunia pendidikan tinggi, mulai dari proses pembelajaran, penelitian, hingga penulisan karya ilmiah. Namun, penggunaan AI juga perlu disertai dengan kemampuan berpikir kritis serta tanggung jawab akademik agar teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi proses belajar. Seminar dibuka oleh Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan tinggi harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan integritas dan nilai-nilai akademik. Seminar menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang AI, yaitu Abimanyu Wachjoewidajat, pakar telematika sekaligus alumni Politeknik Sahid, serta Felix Wuryo Handono, S.Kom., M.Kom., Direktur Politeknik Takumi dan praktisi AI. Dalam pemaparannya, Felix menjelaskan bahwa AI telah mengubah cara akademisi, mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah. Saat ini, AI mampu membantu berbagai proses, seperti merangkum artikel, menghasilkan ide penelitian, memperbaiki tata bahasa, menerjemahkan naskah akademik, mengelola referensi, hingga membantu penyusunan sebagian isi artikel ilmiah. Meski demikian, menurut Felix, tantangan utama dalam pemanfaatan AI bukan terletak pada kemampuan teknologi tersebut untuk menulis, melainkan pada kemampuan peneliti dalam memahami arah penelitian, ruang lingkup, konteks, kebaruan, serta tanggung jawab akademik dari karya yang dihasilkan. Ia menilai masih banyak pengguna yang memanfaatkan AI hanya untuk mempercepat proses penulisan, misalnya dengan meminta AI membuat pendahuluan, tinjauan pustaka, atau bahkan artikel jurnal secara utuh. Padahal, hasil yang tampak akademis belum tentu memiliki kedalaman analisis maupun relevansi dengan permasalahan penelitian yang sedang dikaji. “AI seharusnya tidak menggantikan pemikiran akademis. AI justru harus mendukung, menantang, dan memperkuat cara berpikir akademis sehingga peneliti tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab atas setiap karya ilmiahnya,” jelas Felix. Senada dengan hal tersebut, Abimanyu Wachjoewidajat yang akrab disapa Abah menyampaikan bahwa perkembangan AI merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, AI adalah teknologi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini sehingga perlu dimanfaatkan secara positif, bukan ditakuti ataupun dijadikan ketergantungan. “AI bukan sesuatu yang harus kita hindari, tetapi juga bukan sesuatu yang harus kita andalkan sepenuhnya. Kalau kita tidak memanfaatkannya, justru kita sendiri yang akan tertinggal,” ujarnya. Abah juga mengingatkan bahwa kehadiran AI tidak serta-merta akan menggantikan manusia. Justru, manusia dituntut untuk terus berinovasi, mengembangkan kemampuan berpikir, dan memanfaatkan AI sebagai sarana untuk memperluas wawasan. “Jangan menganggap AI adalah akhir dari segala ilmu yang ingin dicapai. Gunakan AI sebagai alat untuk menggali ilmu yang lebih luas, memperdalam pengetahuan, dan terus berinovasi,” pesannya kepada para mahasiswa. Melalui seminar nasional ini, Politeknik Sahid berharap mahasiswa tidak hanya mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam pembelajaran dan penelitian, tetapi juga memahami pentingnya menjaga integritas akademik, berpikir kritis, serta bertanggung jawab atas setiap karya ilmiah yang dihasilkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Politeknik Sahid dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi etika akademik.
LLDikti Wilayah III dan Politeknik Sahid Perkuat Kapasitas Satgas PPKPT dalam Penanganan Kasus Kekerasan di Perguruan Tinggi
Tangerang Selatan, 30 Juni 2026 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bekerja sama dengan Politeknik Sahid menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Bidang Investigasi pada Selasa (30/06) di Grand Premiere Hall, Politeknik Sahid. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas satuan tugas dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi secara profesional, berperspektif korban, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Workshop mengangkat subtema “Penguatan Tata Kelola Penanganan Kekerasan melalui Investigasi yang Profesional, Berperspektif Korban, dan Berbasis Regulasi” dengan menghadirkan lebih dari 200 perwakilan perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III secara luring. Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah III berupaya meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan sensitivitas Satgas PPKPT dalam menerima laporan, melakukan investigasi, hingga memberikan rekomendasi penanganan kasus kekerasan secara akuntabel, adil, dan berpihak kepada korban. Workshop mengangkat subtema “Penguatan Tata Kelola Penanganan Kekerasan melalui Investigasi yang Profesional, Berperspektif Korban, dan Berbasis Regulasi” dengan menghadirkan lebih dari 200 perwakilan perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III secara luring. Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah III berupaya meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan sensitivitas Satgas PPKPT dalam menerima laporan, melakukan investigasi, hingga memberikan rekomendasi penanganan kasus kekerasan secara akuntabel, adil, dan berpihak kepada korban. Kegiatan dibuka oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter tidak boleh menjadi ruang yang mentoleransi segala bentuk kekerasan. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika kasus kekerasan di perguruan tinggi, tetapi juga memperkuat perlindungan bagi Satgas PPKPT dalam menjalankan tugasnya serta membangun koordinasi yang solid antarlembaga. Dengan demikian, penanganan kasus kekerasan dapat dilakukan secara komprehensif, terpadu, dan berorientasi pada keadilan serta pemulihan korban,” ujarnya. Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., dalam sambutannya turut menyampaikan harapannya agar workshop ini mampu memperkuat kapasitas Satgas PPKPT di setiap perguruan tinggi dalam menangani kasus kekerasan secara profesional dan sesuai regulasi. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga setiap perguruan tinggi semakin siap membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ungkapnya. Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang penanganan kasus kekerasan, yaitu Kompol Tuti Timor Purwanto dari Bareskrim Polri dan Kartiko Nurin Tias dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). Sesi diskusi dipandu oleh Ni Made Dwiyana Rasuma Putri dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Sahid. Pada sesi pertama, Kompol Tuti Timor Purwanto membahas perspektif penegakan hukum dalam penanganan kasus kekerasan seksual yang banyak dialami perempuan, anak, dan kelompok rentan. Ia menekankan bahwa proses penanganan kasus di lingkungan perguruan tinggi harus dilakukan secara profesional, objektif, serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap korban. Menurutnya, Satgas PPKPT memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menerima laporan, melakukan penanganan awal, serta memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang dibutuhkan selama proses penyelesaian kasus berlangsung. Sementara itu, pada sesi kedua, Kartiko Nurin Tias menyampaikan materi mengenai penguatan kerangka hukum dan tata kelola penanganan kasus kekerasan di perguruan tinggi. Materi yang disampaikan meliputi landasan hukum pencegahan kekerasan, tugas dan kewenangan Satgas PPKPT, prinsip-prinsip penanganan kasus yang berperspektif korban, hingga mekanisme penanganan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya membangun sistem penanganan kasus kekerasan yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada perlindungan korban. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen LLDikti Wilayah III bersama Politeknik Sahid dalam mendukung terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Politeknik Sahid dan Highline College USA Gelar Pelatihan Digital Marketing dan E-Commerce untuk UMKM Desa Wisata Mulyaharja
Tangerang Selatan, 2 Juni 2026 – Politeknik Sahid bersama Highline College USA melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema, “Konten Digital dan E-Commerce untuk Promosi Desa Wisata dan Pengembangan Bisnis Lokal” di Desa Wisata Mulyaharja, Bogor, Selasa (2/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Research and Community Services. Kedatangan tim dari Politeknik Sahid dan Highline College USA disambut hangat oleh masyarakat Desa Wisata Mulyaharja melalui penampilan Tari Jaipong, salah satu kesenian tradisional khas Jawa Barat. Para peserta juga disuguhkan berbagai makanan ringan dan minuman khas Indonesia sebagai bentuk penyambutan dan pengenalan budaya lokal kepada tamu internasional. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Wisata Mulyaharja, mahasiswa dan faculty member Highline College USA, mahasiswa Politeknik Sahid sebagai tim volunteer, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dari Universitas Sahid turut berpartisipasi di kegiatan PkM. Melalui kegiatan ini, Politeknik Sahid mendorong para pelaku UMKM dan masyarakat desa wisata untuk memahami pentingnya pemanfaatan media digital dan platform e-commerce dalam mempromosikan destinasi wisata serta mengembangkan usaha lokal Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kolaborasi yang telah terjalin, Politeknik Sahid dan Desa Wisata Mulyaharja melaksanakan penandatanganan Implementation Agreement (IA). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., dan Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, S.Sos., M.Si. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia, promosi destinasi, serta pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata secara berkelanjutan. Memasuki sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi dari Jamalludin, S.ST., M.M., mengenai pemanfaatan konten digital dan e-commerce untuk mendukung promosi desa wisata dan pengembangan bisnis lokal. Dalam pemaparannya, Jamalludin menjelaskan berbagai strategi promosi digital yang dapat diterapkan oleh masyarakat untuk memperkenalkan potensi Desa Wisata Mulyaharja kepada khalayak yang lebih luas. Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif bagi berbagai produk unggulan masyarakat, mulai dari produk makanan, kerajinan tangan, hingga berbagai aktivitas wisata yang tersedia di Desa Wisata Mulyaharja. Pada sesi berikutnya, Yulianti, S.Kom., M.Hum., menyampaikan materi dengan topik, “Homestays and Registering E-Commerce Platforms”. Materi ini membahas pentingnya kehadiran homestay dan usaha lokal pada platform digital serta langkah-langkah registrasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai cara meningkatkan visibilitas usaha dan layanan wisata agar lebih mudah diakses oleh calon wisatawan. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Para peserta juga berkesempatan untuk berdialog secara langsung mengenai tantangan dan peluang pengembangan desa wisata di era digital. Setelah sesi pelatihan berakhir, mahasiswa dan faculty member Highline College USA mengikuti berbagai aktivitas khas Desa Wisata Mulyaharja, seperti menanam padi dan membajak sawah. Selain itu, mereka juga mengunjungi pabrik tempe milik masyarakat setempat untuk melihat secara langsung proses produksi salah satu makanan tradisional Indonesia yang telah dikenal luas. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengembangan desa wisata berbasis digital, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai kehidupan masyarakat, pertanian, dan usaha lokal yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata di Desa Wisata Mulyaharja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat internasional ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengembangkan promosi digital dan bisnis lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Politeknik Sahid, Highline College USA, dan Desa Wisata Mulyaharja dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Politeknik Sahid Gandeng Highline College USA Bahas Pelestarian Budaya dalam Pariwisata Global
Tangerang Selatan, 4 Juni 2026 – Politeknik Sahid bersama Highline College, Amerika Serikat, menggelar seminar internasional bertajuk “Culture and Gastronomy in Tourism: Between Heritage Preservation and Cultural Branding” di Grand Premiere Hall, Kamis (4/6). Kegiatan ini membahas peran budaya dan gastronomi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus menjadi bagian dari penguatan kerja sama kedua institusi.Seminar diawali dengan penampilan Tari Saman dari siswi Pondok Pesantren Modern Sahid sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia di hadapan peserta dan delegasi internasional. Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wadah diskusi bagi akademisi, praktisi, dan generasi muda untuk memahami bagaimana sektor pariwisata dapat berkembang tanpa mengesampingkan pelestarian budaya dan warisan lokal. “Through discussions like this, we can better understand how tourism can contribute not only to economic growth, but also to cultural sustainability and heritage preservation,” ujar Baskoro. Senada dengan hal tersebut, Prof. Ahmed Fahad dari Highline College menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam membangun pendidikan global dan memperkuat pemahaman lintas budaya. Menurutnya, budaya dan gastronomi telah menjadi elemen penting yang mampu membentuk identitas destinasi sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan. “Tourism transcends mere destination visitation. Culture and gastronomy have emerged as significant factors in influencing tourism experiences,” kata Ahmed Sebagai bagian dari penguatan hubungan antar-institusi, Politeknik Sahid dan Highline College juga melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., dan Prof. Justin Taillon, Ph.D., MBA, CHTP, CHIA, selaku Professor and Department Head of Hospitality & Tourism Management, Highline College. Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi sepakat memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan perhotelan. Dalam sesi seminar, para pembicara membagikan perspektif mengenai hubungan antara budaya, gastronomi, dan pariwisata. Dr. Suci Sandi Wachyuni, S.T.P., M.M., CHE membahas transformasi kawasan Blok M Jakarta sebagai destinasi gastronomi perkotaan yang berkembang melalui interaksi budaya lokal dan global. “What makes Blok M especially interesting is the diversity of cultural influences present within the area. Rather than replacing local identity, these influences interact with local culture and create new forms of urban culinary experiences,” jelas Suci. Pembicara dari Highline College US: Justion Taillon (Kiri) dan Diego Luna (Kanan) Sementara itu, Prof. Justin Taillon mengangkat praktik pelestarian budaya komunitas Haenyeo di Pulau Jeju, Korea Selatan, sebagai contoh konservasi sosial budaya yang tetap menjaga nilai dan identitas masyarakat lokal di tengah berkembangnya industri pariwisata. “The Haenyeo are more than divers. They represent resilience, community knowledge, and a cultural tradition that has been passed down through generations,” ujarnya. Adapun Prof. Diego Luna, Ph.D., menyoroti tequila sebagai produk budaya yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas dan warisan budaya Meksiko yang terhubung dengan sejarah, komunitas, dan tradisi setempat. “Tequila is not just a beverage. It is a cultural expression, a historical legacy, and a representation of Mexican identity that connects people, places, and traditions,” ungkap Diego. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan mitra internasional, Politeknik Sahid terus berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan tinggi di bidang pariwisata, perhotelan, dan gastronomi serta mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri global.
Empat Mahasiswa Politeknik Sahid Raih Juara di Chef Expo 2026 ICA
Tangerang Selatan, 28 Mei 2026 – Politeknik Sahid kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kuliner melalui ajang kompetisi Chef Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Chef Association (ICA) pada 6–9 Mei 2026 di NICE PIK 2. Dalam kompetisi kuliner tingkat nasional ini, empat mahasiswa Politeknik Sahid berhasil meraih juara pada kategori Junior Indonesian Modern Main Course Red Meat dan Junior Indonesian Modern Main Course Seafood. Partisipasi mahasiswa Politeknik Sahid dalam Chef Expo 2026 menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di bidang kuliner, pariwisata, dan hospitality yang dimiliki kampus. Pada ajang ini, Politeknik Sahid mengirimkan delapan mahasiswa terbaik dari Kampus Pondok Cabe dan Kampus Roxy setelah berhasil lolos tahap seleksi dan kualifikasi yang dilakukan langsung oleh ICA saat berkunjung ke kampus. Muhammad Fahmi Ansyah (Kiri) dan Inggrid Sharleen Agrippina Gunawan (Kanan) Kompetisi kategori Junior Indonesian Modern Main Course Red Meat dilaksanakan pada hari pertama Chef Expo 2026. Pada kategori ini, mahasiswa Politeknik Sahid berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi, yaitu Juara 1 yang diraih oleh Inggrid Sharleen Agrippina Gunawan dari Program Studi Diploma 3 Seni Kuliner dan Juara 3 oleh Muhammad Fahmi Ansyah dari Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan. Dalam perlombaan tersebut, Fahmi menghadirkan hidangan “Beef Tongue Taliwang”, yaitu olahan lidah sapi dengan bumbu taliwang khas Lombok yang dipadukan dengan kangkung plecing dan sambal beberuk terong. Menu tersebut berhasil menarik perhatian para juri karena memadukan konsep modern dengan cita rasa khas Nusantara. Sebagai peraih Juara 3, Fahmi mengaku bangga dapat bersaing di kompetisi kuliner nasional bersama peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. “Pressure-nya tinggi banget karena peserta lain juga bikin main course yang keren-keren banget, tapi di satu sisi aku juga senang karena aku bisa nambah relasi baru dengan orang lain, ilmu baru dari para chef profesional, dan punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan para judge yang jam terbangnya udah tinggi,” ungkap Fahmi. Chesario Adyaputra Muyono (Kiri), Vellita Aurellia Deristianti (Kanan) Sementara itu, kategori Junior Indonesian Modern Main Course Seafood berlangsung pada hari ketiga pelaksanaan Chef Expo 2026. Pada kategori ini, mahasiswa Politeknik Sahid kembali menunjukkan prestasi terbaik dengan meraih Juara 1 dan Juara 2. Juara 1 berhasil diraih oleh Vellita Aurellia Deristianti dari Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan. Dalam kompetisi tersebut, Vellita menghadirkan hidangan bertajuk “Rayunan Bali Sagara”. Nama tersebut memiliki makna penghormatan kepada para juri dengan mengangkat konsep masakan Bali dan hasil laut sebagai tema utama. Vellita mengaku sempat merasa minder ketika melihat kreativitas peserta dari institusi lain. Namun, seluruh proses persiapan yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan “Saat nama aku dipanggil, rasanya campur aduk banget karena semua proses yang aku jalankan terbayar. Semua proses, seperti menyusun konsep menu, trial and error, latihan plating, dan belajar time management, akhirnya bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga untukku,” cerita Vellita. Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Chesario Adyaputra Muyono, atau yang akrab disapa Rio, dari Program Studi Diploma 3 Seni Kuliner. Rio menghadirkan menu “Barramundi Rolade with Jimbaran Sauce, Urap Bali and Sweet Mash Potato” yang mengombinasikan teknik modern dengan sentuhan rasa khas Indonesia. Meski belum berhasil meraih posisi tertinggi, Rio tetap menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang di dunia kuliner profesional. “Untuk mahasiswa Politeknik Sahid lainnya yang masih semester satu, terus berjuang dan jangan pernah patah semangat,” ujar Rio. Keberhasilan mahasiswa Politeknik Sahid di Chef Expo 2026 menjadi bukti komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di industri kuliner serta hospitality nasional maupun internasional. Tidak hanya membawa pulang penghargaan, para mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga, relasi profesional baru, serta kesempatan belajar langsung dari chef dan juri berpengalaman di industri kuliner Indonesia. Melalui kompetisi ini, Politeknik Sahid berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan kreativitas, dan semakin siap menghadapi dunia kerja profesional di bidang pariwisata, perhotelan, dan seni kuliner.