Tangerang Selatan, 4 Juni 2026 – Politeknik Sahid bersama Highline College, Amerika Serikat, menggelar seminar internasional bertajuk "Culture and Gastronomy in Tourism: Between Heritage Preservation and Cultural Branding" di Grand Premiere Hall, Kamis (4/6).
Kegiatan ini membahas peran budaya dan gastronomi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus menjadi bagian dari penguatan kerja sama kedua institusi.
Seminar diawali dengan penampilan Tari Saman dari siswi Pondok Pesantren Modern Sahid sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia di hadapan peserta dan delegasi internasional.
Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wadah diskusi bagi akademisi, praktisi, dan generasi muda untuk memahami bagaimana sektor pariwisata dapat berkembang tanpa mengesampingkan pelestarian budaya dan warisan lokal.
"Through discussions like this, we can better understand how tourism can contribute not only to economic growth, but also to cultural sustainability and heritage preservation," ujar Baskoro.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Ahmed Fahad dari Highline College menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam membangun pendidikan global dan memperkuat pemahaman lintas budaya. Menurutnya, budaya dan gastronomi telah menjadi elemen penting yang mampu membentuk identitas destinasi sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.
"Tourism transcends mere destination visitation. Culture and gastronomy have emerged as significant factors in influencing tourism experiences," kata Ahmed
Sebagai bagian dari penguatan hubungan antar-institusi, Politeknik Sahid dan Highline College juga melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, S.ST., M.M., dan Prof. Justin Taillon, Ph.D., MBA, CHTP, CHIA, selaku Professor and Department Head of Hospitality & Tourism Management, Highline College.
Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi sepakat memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan perhotelan.
Dalam sesi seminar, para pembicara membagikan perspektif mengenai hubungan antara budaya, gastronomi, dan pariwisata. Dr. Suci Sandi Wachyuni, S.T.P., M.M., CHE membahas transformasi kawasan Blok M Jakarta sebagai destinasi gastronomi perkotaan yang berkembang melalui interaksi budaya lokal dan global.
"What makes Blok M especially interesting is the diversity of cultural influences present within the area. Rather than replacing local identity, these influences interact with local culture and create new forms of urban culinary experiences," jelas Suci.
Pembicara dari Highline College US: Justion Taillon (Kiri) dan Diego Luna (Kanan)
Sementara itu, Prof. Justin Taillon mengangkat praktik pelestarian budaya komunitas Haenyeo di Pulau Jeju, Korea Selatan, sebagai contoh konservasi sosial budaya yang tetap menjaga nilai dan identitas masyarakat lokal di tengah berkembangnya industri pariwisata.
"The Haenyeo are more than divers. They represent resilience, community knowledge, and a cultural tradition that has been passed down through generations," ujarnya.
Adapun Prof. Diego Luna, Ph.D., menyoroti tequila sebagai produk budaya yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas dan warisan budaya Meksiko yang terhubung dengan sejarah, komunitas, dan tradisi setempat.
"Tequila is not just a beverage. It is a cultural expression, a historical legacy, and a representation of Mexican identity that connects people, places, and traditions," ungkap Diego.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan mitra internasional, Politeknik Sahid terus berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan tinggi di bidang pariwisata, perhotelan, dan gastronomi serta mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri global.



